BANJAREXPRESS – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Bone bersama PMII Cabang Bone melayangkan kritik keras terhadap pengawasan narkoba. Langkah ini bertujuan untuk mendesak aparat penegak hukum agar lebih serius memberantas peredaran gelap zat terlarang. Selain itu, para aktivis mahasiswa menekankan pentingnya transparansi dalam setiap proses penanganan kasus narkotika di wilayah Bone. Tim advokasi kini fokus mengumpulkan data mengenai titik-titik rawan peredaran narkoba di lingkungan pemuda. Upaya ini akan memberikan tekanan positif bagi perbaikan kinerja otoritas keamanan setempat.
Pihak mahasiswa menilai bahwa lemahnya pengawasan sangat krusial bagi keselamatan masa depan generasi muda Sulawesi Selatan. Oleh karena itu, DEMA IAIN mengajak seluruh elemen pemuda untuk terus bersikap kritis terhadap kebijakan hukum. Hal ini sangat penting guna memastikan daerah Bone bersih dari pengaruh buruk narkotika yang merusak. Kehadiran kritik ini membawa semangat baru bagi gerakan perubahan sosial pada tahun 2026. Seluruh kader organisasi mendukung penuh aksi nyata guna menuntut akuntabilitas lembaga pemberantasan narkoba.
Mengoptimalkan Pencegahan dan Integritas Penegak Hukum
Ketua organisasi menegaskan bahwa penguatan pengawasan di pintu masuk wilayah harus menjadi prioritas utama aparat. Sebab, kelengahan petugas akan mempermudah masuknya barang haram tersebut ke tengah masyarakat luas. Kondisi ini tentu menuntut adanya komitmen yang solid dari seluruh jajaran kepolisian dan BNNK. Terutama, pembersihan internal lembaga dari oknum nakal akan menjadi fokus utama tuntutan mahasiswa. Pemerintah juga harus menyiapkan berbagai program edukasi bahaya narkoba yang lebih masif dan efektif.
Pihak PMII Bone juga berkomitmen untuk terus mengawal setiap proses peradilan kasus narkotika secara ketat. Selanjutnya, sistem pelaporan masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan akan
Baca Juga:Pemkot Banjar Bukber dengan Bank BJB
menggunakan kanal pengaduan independen guna menjamin keamanan para pelapor dari ancaman luar. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan partisipasi publik serta memacu keberanian warga dalam melawan bandar narkoba. Sinergi yang kuat antara mahasiswa dan masyarakat menjadi modal utama dalam menciptakan lingkungan sehat. Aktivis optimis angka kriminalitas narkoba di Bone akan menurun melalui pengawasan sosial yang intensif.
Harapan untuk Keamanan dan Ketertiban di Kabupaten Bone
Oleh sebab itu, DEMA IAIN Bone mengajak seluruh lapisan warga untuk senantiasa menjaga keluarga dari bahaya narkotika. Sinergi yang harmonis antara orang tua dan institusi pendidikan menjadi kunci utama dalam membentengi pemuda. Maka dari itu, semangat menjaga moralitas bangsa harus tetap terjaga guna mewujudkan daerah yang bermartabat. Masyarakat juga berharap agar kritik mahasiswa ini mampu melahirkan kebijakan pengamanan yang lebih tangguh. Hubungan yang baik ini akan memberikan dampak positif bagi stabilitas sosial lokal.
Sebagai penutup, kritik dari DEMA IAIN dan PMII merupakan bukti nyata kepedulian mahasiswa terhadap kondisi daerah. Setelah itu, tim aksi akan segera menyusun draf rekomendasi kebijakan guna diserahkan kepada jajaran DPRD Bone. Akhirnya, kerja keras semua pihak akan membuat Kabupaten Bone semakin aman dan bebas dari ancaman narkoba. Hal ini menjadi langkah nyata dalam memajukan standar keamanan publik pada tahun 2026 ini. Semoga semangat perjuangan ini terus membawa perubahan serta kebaikan bagi seluruh masyarakat.



