BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Pahlawan Super Di Atap Rumah Menaklukkan Terik Matahari Kalsel

Dari Hobi di Masa Pandemi Jadi Penghasil Listrik: Kisah Roy yang Slash Tagihan Listrik Hingga Rp 700 Ribu/Bulan

Banjar Express– Jalan sempit di Kelurahan Alalak Utara, RT 13, Banjarmasin Utara, menyimpan sebuah kejutan di antara kerumunan rumah padat penduduk. Di atap salah satu rumah, empat panel surya berjajar rapi, bak pahlawan super yang diam-diam bekerja menaklukkan terik matahari Kalimantan Selatan. Mereka bukan sekadar ornamen; mereka adalah mesin penghemat yang telah mengubah kehidupan pemilik rumah.

Pahlawan Super Di Atap Rumah Menaklukkan Terik Matahari Kalsel
Pahlawan Super Di Atap Rumah Menaklukkan Terik Matahari Kalsel

Baca Juga : Komitmen KTR Pemko Banjarmasin vs Realita Pelanggaran Di Lapangan

Klik Disini

Dialah Roy Wishnu Purnama, seorang Pegawai Negeri Sipil di Balai Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Provinsi Kalsel, yang membuktikan bahwa energi hijau bukanlah hal yang mustahil diwujudkan dari lingkungan rumah tangga. Berkat ketekunannya, pria ini berhasil menghemat biaya listrik hingga Rp 700.000 setiap bulannya.

Impian Lama yang Terwujud di Tengah Kesunyian Pandemi

Sebelum pandemi, energi terbarukan hanyalah sebuah angan-angan yang mengendap di pikiran Roy. Kesibukan rutinnya sebagai PNS membuatnya sulit meluangkan waktu untuk menekuni minatnya tersebut.

“Keinginan untuk memanfaatkan energi matahari sebenarnya sudah lama menggelora, tapi seperti banyak orang, kesibukan kerja menjadi tembok yang sulit ditembus. Mimpi itu pun tertunda bertahun-tahun,” kenang Wishnu.

Namun, badai Covid-19 pada 2020 membawa berkah tersembunyi. Dunia yang tiba-tiba berhenti dan kebijakan work from home (WFH) memberikannya sebuah hadiah yang tak terduga: waktu.

“Kuliah YouTube” dan Eksperimen di Ruang Tengah

Dengan semangat baru, Roy menyelami dunia energi surya. Malam-malamnya diisi dengan menonton berjam-jam tutorial di YouTube, membaca forum-forum daring, dan menelaah buku-buku referensi. Ruang tengah rumahnya berubah menjadi bengkel dan laboratorium mini.

“Saya belajar semuanya secara otodidak. Dari membaca buku hingga mengikuti ‘kuliah’ dari para ahli di YouTube untuk merangkai sistem yang aman dan efisien,” ujarnya dengan semangat.

Dengan penuh ketelitian, ia memesan komponen-komponen dasar dan mulai merakit sistem pertamanya. Proses ini penuh dengan trial and error. Tidak jarang, ia harus membongkar pasang rangkaiannya berulang kali hanya untuk memastikan setiap sambungan sudah tepat dan aman dari risiko korsleting.

Dari Sistem Off-Grid ke On-Grid: Sebuah Evolusi Menuju Efisiensi

Percobaan pertamanya menggunakan sistem off-grid, yang mengandalkan baterai sebagai penyimpan energi. Satu panel surya berhasil menyalakan beberapa perangkat elektronik di rumahnya, membuktikan bahwa mimpinya bisa menjadi kenyataan.

Namun, sistem ini memiliki tantangan. “Baterai memerlukan perawatan yang cukup intensif, seperti pengecekan rutin dan pengisian cairan elektrolit. Saya merasa ini kurang praktis untuk penggunaan jangka panjang di rumah tinggal,” jelasnya.

Belajar dari pengalaman, Roy pun melakukan lompatan. Ia beralih ke sistem on-grid dengan menambah panel surya menjadi empat unit. Inilah titik balik yang membawa dampak finansial signifikan.

Bagaimana Cara Kerjanya dan Manfaatnya?

Dengan sistem on-grid, energi listrik yang dihasilkan panel surya langsung digunakan untuk menyalakan peralatan listrik di rumah, seperti kulkas, televisi, kipas angin, dan penerangan. Kelebihan energi yang tidak terpakai tidak akan terbuang sia-sia.

“Yang paling cerdas dari sistem ini adalah, ketika produksi listrik saya lebih banyak dari yang digunakan, kelebihan itu akan dialirkan secara otomatis ke jaringan PLN. Ini seperti ‘menabung’ listrik,” papar Roy dengan antusias.

Tabungan listrik inilah yang kemudian terlihat dalam tagihan bulanannya. Penghematan fantastis Rp 700.000 per bulan bukan lagi sekadar hitungan di atas kertas, tapi realitas yang ia rasakan langsung.

Inspirasi dari Gang Sempit untuk Masa Depan yang Lebih Hijau

Kisah Roy Wishnu Purnama adalah bukti nyata bahwa inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari mana saja, bahkan dari sebuah gang sempit di Banjarmasin. Ia tidak hanya menghemat biaya, tetapi juga berkontribusi langsung dalam mengurangi jejak karbon.

“Saya berharap pengalaman sederhana saya ini bisa menginspirasi tetangga dan warga lainnya. Memulai mungkin terlihat rumit, tetapi dengan kesabaran dan kemauan belajar, manfaatnya sangat besar untuk kantong dan untuk bumi kita,” tutupnya penuh harap.

Pahlawan Super Di atap rumahnya, keempat panel surya itu terus bekerja dengan senyap, menjadi simbol sebuah harapan dan bukti bahwa perubahan besar seringkali berawal dari tindakan kecil yang dilakukan dengan tekun.

Klik Disini