BRIMO BRIMO BRIMO BRIMO

Pemkab Barito Kuala Buka Pelatihan Penguatan Kapasitas Pengurus BUMDes

Dukung Ekonomi Desa, Bupati Barito Kuala Buka Pelatihan Intensif Tata Kelola BUMDes se-Kecamatan Bakumpai

Banjar Express- Pemerintah Kabupaten Pemkab Barito Kuala secara resmi membuka Pelatihan Peningkatan Kapasitas Tata Kelola Badan Usaha Milik Desa BUMDes bagi pengurus dari tujuh desa di Kecamatan Bakumpai. Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini mengusung semangat untuk memperkuat pondasi ekonomi desa melalui pengelolaan BUMDes yang profesional dan akuntabel.

Pemkab Barito Kuala Buka Pelatihan Penguatan Kapasitas Pengurus BUMDes
Pemkab Barito Kuala Buka Pelatihan Penguatan Kapasitas Pengurus BUMDes

Baca Juga : Kegiatan Dewan Dikorbankan, Langkah Awal Efisiensi Pemkab Banjar Pasca Pemotongan Dana

Klik Disini

Dalam sambutannya yang penuh semangat, Bupati Barito Kuala, Bahrul Ilmi, menekankan sebuah langkah krusial sebagai dasar utama: pentingnya legalitas hukum yang sah. Bupati Ilmi menjelaskan bahwa legitimasi formal, seperti pendaftaran di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), bukan sekadar administrasi belaka.

Legalitas yang kuat adalah landasan untuk membangun BUMDes yang kredibel dan sustainable

Setelah memiliki dasar hukum yang jelas, BUMDes tidak hanya bisa beroperasi dengan aman, tetapi juga memiliki ruang untuk berkembang lebih besar, bahkan dapat ditingkatkan menjadi Perseroan Terbatas (PT) sesuai dengan potensi dan ambisi desa, tegas Bupati Ilmi di hadapan para peserta.

Lebih lanjut, Bupati menyebut BUMDes sebagai ‘ujung tombak’ dalam menggerakkan perekonomian desa. Keberadaan BUMDes dinilai tidak hanya membantu pembiayaan pemerintahan desa, tetapi lebih dari itu, berperan aktif mendorong usaha-usaha produktif lokal yang pada akhirnya membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menyadari peran strategis ini, Bupati Bahrul Ilmi menyatakan komitmen kuat Pemkab Barito Kuala untuk terus mendukung BUMDes, terutama dalam hal penyediaan permodalan. “Kami berharap, dengan dukungan penuh ini, BUMDes dapat benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan ekonomi masyarakat Barito Kuala,” harapnya.

Pelatihan ini sendiri dirancang untuk menjawab tantangan konkret yang dihadapi pengurus BUMDes. Muhammad Mujiburrahman, Plt. Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Barito Kuala, memaparkan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif bagi pengurus dalam mengelola unit-unit usaha BUMDes.

“Tujuannya jelas, yaitu membuka seluas-luasnya peluang usaha bagi masyarakat desa. Dengan pengelolaan yang baik, dampaknya akan langsung terasa: peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pertumbuhan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang signifikan,” jelas Mujiburrahman.

Poin serupa ditekankan oleh Nurul, Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD), yang menyoroti prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan. Nurul mengungkapkan, banyak pengurus BUMDes yang masih baru dan minim pengalaman dalam hal tata kelola keuangan yang baik.

Terutama dalam mengelola dana desa, seperti dana ketahanan pangan yang baru pertama kali mereka terima

Dana ini memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan sebagai modal produktif guna meningkatkan pendapatan desa. Untuk itulah, pelatihan manajemen keuangan yang transparan menjadi sangat krusial, jelas Nurul.

Fokus pada Inovasi dan Keberlanjutan Usaha Desa

Selanjutnya, pelatihan ini tidak hanya berhenti pada teori. Para peserta akan menjalani sesi praktikum langsung untuk menyusun business plan atau rencana usaha. Melalui sesi ini, mereka belajar menganalisis potensi unggulan desa masing-masing, mulai dari sektor pertanian, perikanan, hingga pariwisata.

Sebagai contoh, Desa yang memiliki lahan pertanian luas dapat mengembangkan BUMDes untuk mengelola usaha pupuk organik atau alat pertanian.

Bahkan lebih dari itu, Nurul menambahkan bahwa pengelolaan keuangan yang transparan akan membangun kepercayaan dari masyarakat dan pihak perbankan. Pada akhirnya, hal ini akan mempercepat pertumbuhan usaha desa,” paparnya.

Menanggapi hal tersebut, Muhammad Mujiburrahman mengatakan bahwa Dinas PMD siap mendampingi BUMDes secara berkelanjutan. “Kedepannya, kami akan mengadakan program pendampingan rutin dan memfasilitasi forum sharing antar pengurus BUMDes. Dengan cara ini, pengalaman terbaik dari satu desa dapat menjadi inspirasi bagi desa lainnya,” tegasnya.

Untuk mengakhiri kegiatan hari pertama, para peserta mulai bekerja dalam kelompok untuk memetakan potensi dan merancang strategi usaha. Semangat kolaborasi dan komitmen untuk memajukan desa terlihat jelas dalam setiap diskusi mereka. Pelatihan diharapkan menjadi titik awal yang kuat bagi terciptanya BUMDes-BUMDes yang tangguh dan mandiri di Kecamatan Bakumpai.

Klik Disini